banner 728x90

Akibat Bahu Jalan

Akibat Bahu Jalan

Detektifkorupsi- Pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Satuan Kerja Metrologi Medan pada jalur jalan Negara batas Medan menuju Batas Deli serdang tahun anggaran 2011 terlihat dilokasi pekerjaan amburadul sebab terlihat ppekerjaan ini terkesan ada pembiaran padahal mengingat pada masa itu adalah momen mendekati perayaan hari Natal dan Tahun baru dimana akan meningkatnya arus lalulintas dari Medan menuju Tanah Karo dan Kabupaten Dairi mengingat banyaknya masyarakat yang akan mengadakan mudik untuk melakukan silaturahmi terhadap keluarga dan para sanak family. Berangkat dari perbatasan Medan Deli serdang tepatnya di pancurbatu mendekati desa Tiang Layar kita akan melintasi ruas jalan yang tanpa bahu jalan sementara bahan material untuk bahu jalan tersebut terlihat menumpuk dipinggir bahkan ada yang ditumpuk dibadan jalan sehingga menggangu arus lalulintas yang sedang mengalami kenaikan volume pada waktu itu dari pengamatan Media online DETEKTIF beram pada ruas jalan yang penuh dengan tikungan ini mencapai kedalaman 40cm hal ini dapat kita saksikan hingga ruas jalan pemandian Sembahe tepatnya di jembatan Laubetimus gambar kami klik hingga 24 Desember 2011 akibatnya pada tanggal yang sama di sebuah tikungan bila kita dari arah kota Medan tepatnya melewati Desa  Bandar baru terlihat sebuah mobil tanki terbalik ditikungan tersebut.

Melihat dari ciri-ciri mobil tanki tersebut adalah sebuah mobil yang mengangkut CPO dari Aceh menuju Medan dengan nomor plat Polisi BK 9537 BO, “ Kejadiannya tadi malam bang, sekitar pukul setengah sembilan ….ujar seorang warga yang berada di TKP. Ketika  ditanya bagaimana awal kejadianya dia menjelaskan, :ketika melewati sebuah tikungan tiba-tiba ada mobil avanza dari depan Bang, jadi terpaksa dielakkan dengan banting stir sebelah kiri tapi ternyata roda Double belakang sebelah kiri telah mengenai pinggiran aspal, kan jalan ini nggak ada beramnya bang…” ujarnya …abang lihat sendiri lah……tambahnya sambil memperlihatkan  tepi aspal yang tidak mempunyai beram jalan dengan kedalaman mencapai 40cm. Jadi nggak terelak lagi bang berhubung muatan berat akhirnya diseret ke dalam parit jalan ujarnya. Tadi malam udah di Derek tapi karna arus lalu lintas mengalami kemacetan akhirnya dihentikan jadi nanti rencananya bang lihat situasi lalulintas…” tambahnya.

Pelaksanan pembangunan jalan pada ruas jalan ini memang diduga sarat dengan permasalahan sebab pengaspalannya saja pada waktu gambar pertama diklik belum selesai dan pada bulan Januari 2012 masih terlihat aktivitas pelaksanaan pembangunan pada ruas jalan tepatnya pekerjaan ini dilaksanakan tidak tepat waktu, selain itu pembangunan drainasenya juga diduga tidak sesuai dengan bestek dan campuran bahan material semennya sebab sudah banyak yang pecah terutama pada bahagian lantai dranaisenya sementara bahan material yang diduga hendak digunakan untuk pembuatan bahu jalan terlihat lebih didominasi tanah daripada batu…..” Pelaksanaan pembangunan jalan ini bermasalah terutama dimasalah waktu ujar Divisi Pelayanan Publik Lembaga Investigation Corruption Watch ( ICW ) Andy di secretariat ICW Jalan Medan Tenggara II No 12 Medan, dulu sebelum pembangunan berlangsung PPK Ir. Sahala Hutapea pernah berkata kepada kami bahwa arus lalulintas dari Pancur batu hingga ke Doulo ( Bats Deliserdang ) akan dapat ditempuh dengan kecepatan 80 km / jam, tapi apa nyatanya waktu menjelang hari Natal  dan Tahun baru kemarin malah macetnya minta ampun mulai dari Pancur batu hingga ke Sembahe. Jadi bohong aja semua, masyarakat sudah bosan dengan janji-janji klise seperti itu ujarnya kepada Media online DETEKTIFKORUPSI.

Penelusuran tim Detektif Korupsi di lokasi pekerjaan tersebut memang dicurigai, ditenggarai banyak masalah. Sebagai contoh PPKnya pernah cekcok dengan pihak  sebuah perusahaan air minum yang ada pada sebuah Desa di ruas jalan dimaksud juga di kabarkan bahwa alat berat mereka pernah terbakar di sekitar lokasi dimaksud. Bahkan pada tgl. 07 Februari 2012 sebuah mobil truk pembawa bahan makanan ternak juga sedang mengalami naas di ruas jalan tersebut tepatnya di sebuah tikungan di dekat Famyli Join. informasi yang berhasil dihimpun mengatakan ban mobil bahagian belakang terperosok ke beram jalan berhubung beram jalannya tidak ada maka mobil yang penuh dengan muatan tersebut diseret hingga ban belakang sebelah kiri masuk ke dalam dranaise. Menanggapi akan hal tersebut Ir. Sahala Hutapea ketika dihubungi melalui ponsel 081370878xxx sedang tidak aktif. (Triple x)

Berita ini kembali akan kami verifikasi kembali secepatnya dengan pihak terkait.

No Responses