banner 728x90

UNDANG UNDANG PERLINDUNGAN ANAK

UNDANG UNDANG PERLINDUNGAN ANAK

Kepada Yth LBH – ICW.

Pada kesempatan yang baik ini kami ingin mengajukan pertanyaan tentang permasalahan hukum tentang kasus Perlindungan anak. Pertanyaannya adalah :

“ Bila terjadi dugaan Tindak pidana cabul kepada anak dibawah umur apakah yang dapat melaporkanya harus orang tua dari korban? Bila dia tidak mempunyai orang tua apakah hal itu didiamkan juga? “ kami mohon penjelasannya. Trimakasih atas perhatianya.

Megasari – Medan.

JAWABAN :

Dapat kami sampaikan demikian:

Memang menjadi sangat dilema bila sebuah Undang Undang dilahirkan akan tetapi sangat tidak ada sosialisasinya. Kami dapat bayangkan situasi dan kegundahan akan hal yang saudara tanyakan. Yang kami kuatirkan adalah apabila pihak Kepolisian menolak sebuah laporan tentang dugaan telah terjadinya kasus cabul pada anak-anak dibawah umur. Berdasarkan tapsir kami terhadap Pasal 72 Ayat 1- 3 UU RI No 35 Thn 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang no 32 Thn 2002 Tentang Perlindungan Anak, dimana secara eksplisit pada ayat 2 disebut kan bahwa :

“ Peran Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang perseorangan, Lembaga Perlindungan anak, Lembaga Kesejahteran sosial, Organisasi Kemasyarakatan, Lembaga Pendidikan, Media Massa dan dunia usaha ”.

Berdasarkan UU tersebut kami sarankan saudara/i sebagai masyarakat biasa dapat memberitahukan atau melaporkan dugaan tersebut ke pihak LBH atau LSM yang bergerak di bidang Hukum dan perlindungan serta advokasi anak. Dengan demikian mereka akan bertindak menjadi pelapor. Maka akan terpenuhi unsur pada pasal 72 tersebut. Pada kesempatan ini kami anjurkan kepada rekan rekan LSM dan aktivis anak sebaiknya melakukan wawancara terlebih dahulu dengan si korban dan ada baiknya anda dokumentasi dalam bentuk video. Hal itu kami maksudkan untuk dapat dijadikan pertanggung jawaban apabila di kemudian hari ada yang menuntut saudara secara pidana dan perdata. Tapi dari pengalaman yang pernah kami tangani, dimana LBH ICW sebagai pelapor, pihak Kepolisian menerima dan memproses pengaduan dari LBH –ICW tapi si pengacara dari si terduga tersangka memprotes dengan alasan bahwa LBH – ICW tidak berhak melakukan pengaduan. Patut kami beritahukan si korban dan terduga tersangka masih ada ikatan keluarga, jadi kasus ini berusaha untuk didamaikan.

Jadi jawaban kami atas pertanyaan saudara adalah siapa pun dapat melaporkan bila diduga telah terjadi tindak pidana pencabulan pada anak dibawah umur.

Karena menurut kami Pasal 72 Ayat 1- 3 UU RI No 35 Thn 2014 Tentang Perubahan atas Undang undang no 32 Thn 2002 Tentang Perlindungan anak tersebut adalah LEXSPESIALIS jadi bukan delik aduan. Namun karena masih anak ada baiknya ada pihak yang melakukan pendampingan.

Demikian jawaban kami semoga bermanfaat.

No Responses