banner 728x90

KPK Tahan Dirut PAL dan Dua Tersangka Suap Kapal Perang

KPK Tahan Dirut PAL dan Dua Tersangka Suap Kapal Perang

Jakarta, Detektif Korupsi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur Utama PT PAL Indonesia M Firmansyah Arifin; General Manager (GM) Treasury PT PAL Arief Cahyana; dan Agus Nugroho, perantara suap AS Incorporation. Juru bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat malam (31/3), mengatakan, penyidik menahan ketiganya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap penjualan dua unit kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV).

Penyidik menahan ketiganya selama 40 hari di tiga rumah tahanan, masing-masing M Firmansyah Arifin di Rutan KPK yang berada di gedung lama lembaga antirasuah. Sedangkan Arief Cahyana ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur dan Agus Nugroho di Rutan Polrestro Jakarta Timur.

“MFA di Rutan cabang KPK, AC cabang Pomdam Jaya, dan AN di Polres Jakarta Timur, dilakukan penahanan, satu pemberi dan dua penerima,” katanya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat tersangka, namun Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar; sedang berada di luar negeri sehingga luput dari OTT KPK pada Kamis kemarin (30/3).

Dalam OTT itu, KPK menyita uang sejumlah US$ 25,000 sebagai suap dari AS Incorporation untuk para pejabat PT PAL Indonesia. Dalam perjanjian penjualan dua kapal SSV tersebut, AS Incorporation mendapatkan fee sebesar 4,75% dari nilai kontrak US$ 86,96 juta. Angka 4,75% itu sudah mencakup fee untuk oknum pejabat PT PAL sebesar 1,25%.

Atas perbuatan tersebut KPK menyangka Agus selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan terhadap penerima suap, yakni Firmansyah, Arief, dan Saiful Anwar, KPK menyangkanya melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP (Sumber GATRAnews).

No Responses