banner 728x90

TERKAIT PERBAIKAN TPT OPRIT JEMBATAN AEK BINANGA SELAPAT KAB TAPUT OKNUM PPTK BERBOHONG

TERKAIT PERBAIKAN TPT OPRIT JEMBATAN AEK BINANGA SELAPAT KAB TAPUT OKNUM PPTK BERBOHONG

Lembaga Penyelidikan dan Advokasi Anggaran Investigation Corruption Watch  (ICW) susun laporan :

Taput – Detektif Korupsi. Pelaksanaan pekerjaan  Penggantian Jembatan Aek Binanga Selapat pada Ruas Jalan Provinsi Jurusan Sp. Silangit – Sitanggor – Bts. Tobasa (STA. 119+500) di Kab. Tapanuli Utara yang dikerjakan oleh  PT. SAKARNAS yang beralamat di Jl. Jamin Ginting No. 113 Kabanjahe – Karo (Kab.) – Sumatera Utara Oleh UPTD Tarutung Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara TA 2016 dengan nilai penawaran sebesar Rp 3.313.935.000,00 berpotensi akan masuk keranah hukum. Pasal nya Lembaga Penyelidikan Korupsi dan Advokasi Anggaran Investigation Corruption Watch (ICW) Korwil I SUMUT akan melaporkan indikasi korupsi pada pelaksanaan pekerjaan ini ke penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Hal ini disebutkan oleh Hardianto Tarigan Rabu 12 Juli 2017 dilokasi pembangunan Jembatan ini setelah melakukan peninjauan untuk yang kedua kalinya. “ Kerusakan TPT ini akan kita laporkan karena berdasarkan kajian kami diduga kuat berpotensi ada Tindak Pidana Korupsinya, bayangkan saja bangunan ini di FHO oleh pihak pengguna jasa dengan kondisi begini…Ujar Hedianto sambil menunjukkan TPT Jembatan yang ambruk. ICW menduga terjadinya kerusakan dini ini diakibatkan oleh kurang padatnya timbunan dan kurangnya volume bahan material semen yang digunakan pada pasangan batu pada pembuatan Tembok Penahan Tanah pada bangunan Jembatan ini.

Foto Kerusakan Kondisi Awal

Foto Kerusakan Kondisi Terakhir

Jadi begini, benar tudingan itu harus dibuktikan dengan uji Laboratorium maksudnya campuran bahan material semen yang digunakan  pada TPT ini harus kita  uji terlebih dahulu” tapi itu ranahnya pihak penegak hukum untuk pembuktian nantinya …Ujar Hardianto. Secara awamlah dulu kita bicara karena pasangan batu yang roboh maka masyarakat akan menduga salah satu penyebab nya adalah kurangnya volume campuran bahan material semen yang digunakan tambah Herdianto.

Sekedar me-Review kembali bahwa Media Online sudah pernah menyurati hal ini kepada pihak UPTD Tarutung Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara saat itu kami melakukan wawancara dengan L Panggabean yang merupakan PPTK dari pelaksanaan pekerjaan ini. Oh….benar itu kan masih dalam tahap pemeliharaan kita akan segera perbaiki ,…..Ujarnya.

ICW menemukan kerusakan berupa ambruknya Trase samping bangunan Jembatan ini. Kerusakan ini ditemukan pada monitoring pertama Hari Selasa Tgl 23 Mei 2017 terlihat bahwa TPT sisi kiri dari bangunan Jembatan ini mengalami retak dan patah yang cukup parah sehingga membuat turun permukaan Trase samping Jembatan. Salah seorang penduduk disekitar Jembatan ini mengatakan bahwa salah satu penyebab rubuhnya TPT ini karena kurang padatnya timbunan tanah yang digunakan. Itu karena timbunan tanah yang kurang padat Bang …Ujarnya pada Reporter Detektif Korupsi.

Tim Monitoring dan Evaluasi ICW kembali meninjau lokasi Jembatan ini pada Hari Rabu Tgl 12 Juli 2017. Kerusakan yang sama masih ditemukan dengan dasar itu lah ICW akn melaporkan permasalahan ini ke penegak Hukum.  Ini kan sudah bulan Juli artinya diduga kuat bahwa masa pemeliharaan Jembatan ini sudah berakhir namun kami melihat tidak ada perubahan yang signifikan pada kerusakan yang kami temukan pertama kalinya malah kerusakan awal menjadi bertambah. Diduga kuat bahwa telah terjadi perbuatan curang dalam hal ini yakni pihak Penyedia jasa mencairkan jaminan pemeliharaan sebesar 5% dari nilai penawaran padahal pemeliharaannya tidak dilaksanakan  dan kondisi TPT Jembatan begini malah di FHO……………Ujar Hardianto.

Gak ada….gak ada perbaikan yang mereka lakukan terhadap bagian-bagian yang rusak pada TPT Oprit Jembatan ini….kita kan ada Foto dukumentasi gak bisa bohong-bohong ,,,Ujar Hardi. Yang ada itu mereka membuat plesteran semen pada permukaan timbunan Trase samping Jembatan ini, lihat itu malah ikut retak, tambah Herdi. Jadi ada indikasi perbuatan melawan hukum pada pelaksanaan pekerjaan ini yakni dugaan pengurangan volume timbunan dan pengurangan volume campuran bahan material semen lalu mem FHO hasil pekerjaan ini dengan  kondisi yang sangat memprihatinkan, karena itu lah ICW membuat keputusan untuk melaporkan nya ….Ujar Herdianto.

Memang benar yang disebutkan ICW kerusakan pada Jembatan ini tidak ada tanda-tanda perbaikan hanya terlihat ada plestran semen pada permukaan timbunan tanah yang digunakan pada Trase Jembatan ini. Ditambah lagi dengan oknum PPTK nya yang berbohong karena mengatakan akan memperbaiki kerusakan retak patah nya TPT Oprit bangunan ini tapi ternyata tidak terbukti. Menurut ICW berbohong masuk kesalah satu unsur perbuatan melawan hukum. (Tripel X/ Tim).

No Responses