banner 728x90

DUGAAN PENCEMARAN PKS SOCFINDO KEBUN NEGERI LAMA KAB. LABUHAN BATU

DUGAAN PENCEMARAN PKS SOCFINDO KEBUN NEGERI LAMA KAB. LABUHAN BATU

TRPF DETEKTIF KORUPSI TEMUKAN DUGAAN PENCEMARAN PKS SOCFINDO KEBUN NEGERI LAMA KAB LABUHAN BATU

Sampel Limbah akan diuji ke Laboratorium, Oknum Krani Socfindo Kebun Negeri Lama Kab. Labuhan Batu coba suap Kord. Div. TPRF Labuhan Batu

Negeri Lama – Detektif Korupsi. Tim Reporter Pencari Fakta Media Online DETEKTIF KORUPSI menemukan adanya indikasi pencemaran lingkungan limbah cair oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Socfindo Kebun Negeri Lama Kab. Labuhan Batu. Pemantauan ini dilakukan sebanyak dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada hari Kamis tgl 20 Juli 2017  dan pemantauan ke dua pada hari  Jumat tgl 21 Juli 2017. Pemantuan ini sendiri sehubungan dengan adanya Laporan dan Informasi dari Masyarakat yang diterima oleh Redaksi Biro Sumut detektif korupsi.com.

Saat itu mobil dari TPRF tidak dapat menyeberangi sungai Bilah yang seperti biasa mobil diseberangkan dengan menggunakan Phantom, namun kali ini tidak dapat dilalui karena air sedang pasang.” Tidak bisa sekarang bang karena air pasang, ..sabar lah menunggu sampai surut biasanya jam 6 udah surut. ”Ujar seorang petugas penyeberangan Phantom. Mengingat waktu saat itu sudah menjelang sore dimana Tim harus kembali ke Medan maka diambil kesimpulan bahwa mobil ditinggalkan saja di sekitar penyeberangan di dekat sebuah mesjid. Salah seorang tim bejalan kaki menyeberang melalui jembatan kabel goyang yang tersedia bagi pejalan kaki dan sepeda motor untuk menyeberangi sungai Bilah. Cuaca yang cukup panas dan terik saat itu dimana abu jalan juga banyak yang berterbangan. TPRF menggunakan feelingnya dimana kira-kira lokasi pembuangan limbah cair dari PKS milik Socfindo Kebun Negeri Lama tersebut. Sambil berjalan menelusuri jalan kampung TRPF sambil bertanya-tanya kepada warga untuk mendapat gambaran dimana kira-kira letak PKS Socfindo dimaksud.

“O…..Gak jauh lagi bang itu kira-kira di depan Tower listrik,” ujar seorang warga sambil menunjukkan sebuah Tower. TPRF berjalan menuju ke Tower dimaksud dan benar PKS milik Socfindo tepat berada didepannya. Akan tetapi pintu masuk dijaga oleh SATPAM dan tidak mungkin diberikan izin bila mereka tahu bahwa TRPF akan melakukan penyelidikan dugaan adanya pencemaran limbah cair dari pabriknya.

Setelah berfikir sejenak TRPF berjalan mengitari Pabrik melewati kebun sawit milik warga dengan tetap mengarahkan ke bagian belakang pabrik. Ditengah perjalanan TPRF bertanya ke seorang warga dan warga tersebut menjelaskan bahwa dibelakang kampung di depan sana ada sebuah benteng dan benteng itulah yang menjadi pemisah pemukiman warga dengan PKS milik Socfindo Kebun Negeri Lama.

“Kira-kira dua Kilo meter abang jalanlah mengikuti jalan ini nanti di perkampungan di depan sana abang belok ke kanan, nah di belakang rumah penduduk di kampung itu ada benteng, lalu abang ikuti saja nanti sampai ke kolam limbah PKS milik Socfindo,” Ujar seorang warga.

TPRF mengikuti petunjuk dari warga tersebut dan benar bahwa dibelakang sebuah perkampungan warga ada sebuah benteng dan sebuah parit besar yang menjadi batas perkampungan warga dengan kebun sawit milik dari Socfindo Kebun Negeri Lama. Benteng tersebut memanjang hingga mengarah ke sungai bilah yang merupakan terusan tempat mobil kami tinggal. Benteng itu memilik lebar sekitar 3 meter dengan ketinggian sekitar 3-4 meter dan parit tersebut juga memiliki lebar sekitr 3-4 meter dengan kedalaman kira kira 4 meter.

Pada Parit dimaksud terlihat digenangi oleh air dengan warna hitam kecoklat-coklatan pekat, hasil penelusuran TRPF diketahui bahwa Parit tersebut merupakan saluran pembuangan yang mengarah ke pinggir sungai Bilah. Pangkal dari parit itu tepat disudut kolam limbah cair milik PKS Socfindo. Terlihat ada bangunan berukuran sekitar 3×4 meter ditutupi oleh plat baja, terdengar didalamnya gemercik air mengalir dengan debit kecil disamping bangunan ada kertas putih yang dibuat pada sebuh tongkat kayu bertuliskan “TITIK PENGAMBILAN SAMPLE”. Dari bangunan pengambilan sample ini berdasarkan penelusuran TRPF ada sebuah parit dibuat diantara pohon sawit hingga ke arah belakang pabrik. Parit besar ini penuh dengan air berwarna hitam kecoklat- coklatan. Tampak parit ini sudah penuh dengan sedimen, setelah diperhatikan terlihat bahwa ada air yang mengalir secara perlahan yang diduga kuat adalah limbah cair. Dibelakang pabrik ini terlihat sedimen yang sudah diangkat dan dibuat dekat pohon sawit seakan berfungsi sebagai pupuk kandangnya.

Besar kemungkinan bahwa saluran Parit yang dibuat ke arah belakang di sepanjang pinggiran kolam limbah milik Socfindo ini adalah disengaja untuk menampung debit limbah cair, yang diduga sengaja dibuang ke media lingkungan hidup bila sewaktu-waktu hujan turun. TRPF mengambil kesimpulan sementara bahwa laporan dan informasi masyarakat yang masuk tersebut mengandung kebenaran. Berdasarkan hal tersebut DETEKTIF KORUPSI mengirimkan surat laporan ke Dinas Lingkungan Hidup Kab. Labuhan Batu dengan nomor surat : Nomor :127/L/Med-On-DK/VII/S/2017, Perihal : Laporan Tertulis Dugaan Kebocoran Kolam Limbah, tertanggal 24  Juli 2017 dengan tembusan Pimpinan PT. Socfindo Kebun Negeri Lama Kab. Labuhan Batu.

Saluran Parit yang dibuat dari pinggiran kolam limbah cair milik PKS Socfindo Kebun Negeri Lama. Parit ini penuh dengan air berwarna hitam kecoklat-coklatan.Saluran Parit dibelakang kolam limbah cair PKS Socfindo Kebun Negeri Lama, terlihat penuh dengan sediman dan air berwarna hitam kental kecoklat-coklatan.Tim Dinas Lingkungan Hidup yang dipimpin oleh Kabid Lingkungan Hidup Ismail Ritonga didampingi Penyidik PNS Rusdi Siregar sedang memantau pengambilan sample limbah cair PKS milik Socfindo Kebun Negeri Lama pada hari Selasa tgl 1 Agustus 2017 di titik pengambilan sample limbah cair milik Socfindo Kebun Negeri Lama Kab Labuhan Batu.Baju Coklat adalah tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kab. Labuhan Batu dan Baju putih adalah perwakilan dari Socfindo Kebun Negeri Lama, Manager Sutrisno dan Arifin sebagai Krani.

Laporan DETEKTIF KORUPSI tersebut langsung ditindak lanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab. Labuhan Batu yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kab. Labuhan Batu Ismail Ritonga didampingi oleh Rusdi Siregar sebagai Penyidik PNS pada Dinas Lingkungan Hidup Kab. Labuhan Batu dan  Asrul Hidayat, Sarifuddin Rambe (pegawai dan seorang pegawai lainnya). Didampingi langsung oleh Kord. Div. TRPF DETEKTIF KORUPSI Kab. Labuhan Batu Zustan Ependi Rambe dan anggota TRPF Kab. Labuhan Batu pada hari Selasa tgl 1 Agustus 2017 dengan mengambil sample Limbah cair dari kolam limbah milik PKS Socfindo Kebun Negeri Lama Kab. Labuhan Batu untuk di Uji ke Laboratorium. Pengambilan sample ini di dampingi oleh pihak perusahaan antara lain : Manager Socfindo Kebun Negeri Lama Kab. Labuhan Batu, Sutrisno dan Arifin sebagai Krani dan beberapa orang pegawai lainya.

Sample Limbah cair tersebut dimasukkan kedalam wadah Jerigen dan dibawa ke Dinas Lingkungan Hidup Kab. Labuhan Batu untuk dilakukan Uji Laboratorium guna mengetahui apakah ambang batas limbah cair dari Socfindo Kebun Negeri Lama sesuai dengan yang ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

OKNUM KRANI DATANG MELOBI KORD. DIV. TRPF DETEKTIF KORUPSI

Malam harinya HP dari Kord TRPF Kab Labuhan Batu, Zusta Ependi Rambe berdering dengan nomor yang belum terdaftar sebelumnya. Setelah diangkat ternyata yang menelepon adalah Oknum Krani Socfindo Kebun Negeri Lama yang bernama Arifin. Dia meminta bertemu di depan Kantor Pengadilan Negeri Labuhan Batu. Zustan pun menyanggupi. Setelah bertemu Arifin minta tolong supaya sample limbah yang diambil tadi siang tidak usah di uji sample.

“Minta tolonglah Pak Rambe sample limbah yang tadi siang kita ambil di kolam limbah Socfindo tidak usahlah dibawa ke laboratorium,” ujarnya sambil menyodorkan sesuatu yang diduga adalah uang. Namun Kord. Div. TRPF menolak karena permasalahan ini sudah sampai ke pihak yang berwewenang . “Tugas kami hanya memberitakan saja pak, jawab Zustan. Waktu itu Arifin datang dengan diantar seorang supir yang menurut dia adalah seorang security di Perusahaan milik Socfindo Negeri Lama tersebut namun supir itu ditinggalkannya jauh dari lokasi dia bertemu dengan Zustan di dalam mobil yang mereka tumpangi. (Tripel XXX/ TIM).

 

 

 

No Responses